Aceh Publish | ACEH TAMIANG – Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (DRKA) bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat terdampak banjir. Upaya ini memasuki hari ketiga pendampingan lapangan, Selasa (14/1/2026).
Direktur Jenderal Dukcapil, Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd., didampingi Kepala DRKA, Drs. Teuku Syarbaini, M.Si., meninjau langsung sejumlah titik pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk Gampong Sukajadi. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan layanan administrasi kependudukan tetap berjalan optimal di tengah kondisi darurat.
Dalam peninjauan tersebut, tim memastikan seluruh kebutuhan dokumen kependudukan masyarakat, seperti KTP-el, Kartu Keluarga, akta kelahiran, hingga penerbitan ulang dokumen yang hilang atau rusak akibat banjir, dapat diproses secara cepat melalui layanan jemput bola FastDuk.
Layanan ini dihadirkan untuk memberikan kepastian administrasi bagi warga terdampak, sehingga mereka tetap dapat mengakses bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, serta mendukung proses pemulihan pascabencana.
Kepala DRKA, Teuku Syarbaini, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Aceh dalam memastikan tidak ada korban banjir yang terkendala hak-hak administrasinya.
“Dalam kondisi darurat seperti ini, negara harus hadir dengan pelayanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran. DRKA bersama Dukcapil memastikan tidak ada masyarakat yang kehilangan hak administrasi akibat bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen Dukcapil Dr. Teguh Setyabudi mengapresiasi kesiapan dan respons cepat Pemerintah Aceh dalam menggerakkan seluruh sumber daya untuk pelayanan administrasi kependudukan darurat. Ia menilai koordinasi yang dilakukan DRKA menjadi contoh sinergi pemerintah daerah dalam menghadapi situasi bencana.
Menurutnya, kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan administrasi sebagai bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana.
Komentar