Aceh Publish | Aceh Tenggara, 2/3 – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I melaksanakan pemasangan bronjong pada lokasi tanggul yang jebol akibat banjir dari aliran Sungai Lawe Alas di Desa Prapat Hulu, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara. Penanganan ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap dampak bencana yang menyebabkan pengikisan tebing sungai. Kerusakan tanggul sebelumnya berpotensi memperluas genangan dan mengancam permukiman warga di sekitar bantaran sungai. Upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Pemasangan bronjong dilakukan sepanjang kurang lebih 179 meter pada titik tebing yang mengalami kerusakan paling parah. Struktur bronjong dipilih karena efektif menahan gerusan arus sungai serta memperkuat stabilitas tanah di tepi sungai. Selain berfungsi sebagai pengaman darurat, konstruksi ini juga menjadi solusi teknis untuk meminimalkan risiko kerusakan lanjutan. Pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi hidrologi dan karakteristik aliran sungai setempat.
Banjir yang terjadi sebelumnya dipicu oleh tingginya debit aliran Sungai Lawe Alas saat curah hujan meningkat. Arus deras menyebabkan terjadinya erosi pada tebing sungai hingga mengakibatkan tanggul jebol. Kondisi tersebut memerlukan penanganan segera guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap lahan pertanian dan permukiman warga. Kehadiran bronjong diharapkan mampu meredam energi arus serta menjaga kestabilan struktur tanggul.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BWS Sumatera I dalam memperkuat infrastruktur pengendali banjir di wilayah rawan bencana. Selain pemasangan bronjong, pemantauan kondisi sungai terus dilakukan secara berkala untuk memastikan fungsi pengamanan berjalan optimal. Sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat turut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur yang telah dibangun. Penanganan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat di sekitar aliran sungai.
Melalui langkah preventif dan responsif ini, BWS Sumatera I menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Penguatan tebing sungai menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya air. Dengan penanganan yang tepat dan berkelanjutan, risiko kerusakan akibat banjir dapat ditekan secara signifikan. Infrastruktur yang andal menjadi fondasi penting dalam melindungi masyarakat dan mendukung aktivitas sosial ekonomi di Aceh Tenggara.
Komentar