Aceh Publish | KOTA JANTHO – Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri membuka Pelatihan Pembelajaran Mendalam jenjang SMP di Aula Disnakertrans Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (24/6/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Syukri menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan penyelenggaraan kegiatan ini. ”Saya memandang kegiatan ini sebagai salah satu langkah strategis sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya para guru SMP sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran di sekolah,” ujar Syukri.
Berbagai Upaya terus dilakukan Pemkab Aceh Besar untuk meningkatkan SDM para guru dan anak didik. Salah satunya adalah dengan menerapkan Program Beut Kitab Bak Sikula jenjang SD dan SMP yang mendapat sambutan baik dari seluruh komponen masyarakat.
Wabup Aceh Besar mengatakan, pendidikan merupakan investasi terbesar dalam pembangunan suatu daerah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah, karena diyakini pendidikan yang berkualitas akan melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, berdaya saing, dan mampu menjawab zaman.
Dikatakannya, pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning menjadi sangat relevan untuk diterapkan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada seberapa banyak materi yang diajarkan kepada peserta didik, tetapi lebih menekankan pada bagaimana peserta didik memahami materi secara mendalam, mampu menghubungkannya dengan kehidupan nyata, serta menggunakannya untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi.
Kepada para guru, Wabup berharap dapat mengimplementasikan pembelajaran mendalam, sehingga dapat melahirkan generasi muda Aceh Besar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, jiwa kepemimpinan, kemampuan berinovasi, semangat gotong royong, serta kecintaan terhadap agama, bangsa, dan daerahnya.
Drs Syukri menjelaskan, peran guru saat ini semakin kompleks dan menantang. Guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi, karena peserta didik dapat memperoleh informasi dari berbagai media digital. Oleh sebab itu, guru harus mampu bertransformasi menjadi fasilitator, motivator, inspirator, sekaligus pembimbing yang membantu peserta didik menemukan dan mengembangkan potensi terbaik yang mereka miliki.
Sementara itu, Plt Kadisdikbud Aceh Besar Rahmawati SPd MSi berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. Apa yang diperoleh selama pelatihan hendaknya dapat disebarluaskan kepada rekan-rekan guru lainnya melalui komunitas belajar, forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), kelompok kerja kepala sekolah, maupun berbagai kegiatan pengembangan profesi lainnya. “Pelatihan Pembelajaran Mendalam jenjang SMP ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan SDM para guru,” pungkasnya.
Komentar