Jaga Semangat Pengabdian, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Inisiasi Pembentukan P3I untuk Perkuat Silaturahmi Purna Bakti

Iklan Semua Halaman

Akurat, Objektif dan Terpercaya, Mengungkap Hal-Hal Yang Menarik dan Sesuai Fakta

Jaga Semangat Pengabdian, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Inisiasi Pembentukan P3I untuk Perkuat Silaturahmi Purna Bakti

Kamis, 27 Agustus 2026


Mamuju, 28 Agustus 2026 — Semangat pengabdian di lingkungan pemasyarakatan tidak berhenti ketika seorang insan pemasyarakatan memasuki masa purna bakti. Nilai-nilai pengabdian, pengalaman, serta keteladanan yang telah ditorehkan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pemasyarakatan.

Semangat tersebut menjadi perhatian Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Barat, Drs. Said Mahdar, S.H., M.H., yang menginisiasi pembentukan kepengurusan Persatuan Purna Bakti Pemasyarakatan Indonesia (P3I) Wilayah Sulawesi Barat.

Inisiatif tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Mamuju, Jumat (28/8/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WITA dan dihadiri jajaran terkait serta sejumlah purna bakti pemasyarakatan.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kakanwil menyampaikan apresiasi atas dedikasi para purna bakti yang selama masa tugas telah memberikan kontribusi bagi kemajuan pemasyarakatan.

“Pengabdian tidak berhenti ketika memasuki masa purna bakti. Semangat, pengalaman, dan keteladanan yang telah diberikan tetap menjadi bagian penting dalam membangun pemasyarakatan,” ujar Said Mahdar.

Menurutnya, pembentukan P3I di Sulawesi Barat bukan sekadar pembentukan organisasi, tetapi merupakan langkah untuk menjaga hubungan silaturahmi dan kesinambungan komunikasi antara para purna bakti dengan jajaran pemasyarakatan yang masih aktif.

P3I diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta menjaga nilai-nilai pengabdian yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Dalam rapat tersebut, peserta turut membahas sejumlah hal terkait struktur kepengurusan, mekanisme organisasi, serta langkah strategis yang akan dilakukan setelah kepengurusan P3I Wilayah Sulawesi Barat terbentuk.

Kakanwil menekankan bahwa soliditas dan kebersamaan menjadi kunci dalam menjalankan organisasi. Ia berharap P3I tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya maupun bagi lingkungan pemasyarakatan di Sulawesi Barat.

“Yang terpenting adalah bagaimana semangat kebersamaan dan pengabdian tetap terjaga. Para purna bakti memiliki pengalaman dan keteladanan yang sangat berharga untuk terus diwariskan,” tambahnya.

Pembentukan P3I Wilayah Sulawesi Barat diharapkan menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara generasi pemasyarakatan, sekaligus memastikan bahwa nilai pengabdian yang telah diberikan para purna bakti tetap hidup dan memberikan inspirasi bagi jajaran yang melanjutkan tugas.

Melalui wadah tersebut, sinergi dan silaturahmi antara purna bakti dan jajaran pemasyarakatan diharapkan semakin erat. Semangat pengabdian, kekeluargaan, dan kontribusi pun diharapkan terus menjadi fondasi dalam membangun organisasi yang solid dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung aman dan lancar.