Sahur bersama Mendagri Tito Kanarvian di Pendopo

Iklan Semua Halaman

Akurat, Objektif dan Terpercaya, Mengungkap Hal-Hal Yang Menarik dan Sesuai Fakta

Sahur bersama Mendagri Tito Kanarvian di Pendopo

Minggu, 22 Februari 2026


Aceh Publish | Banda Aceh – Sekira satu jam menjelang imsak, Minggu, 22 Februari 2026 atau bertepatan dengan 4 Ramadhan 1447 H, Pendopo Wali Kota Banda Aceh kedatangan tamu istimewa.


Adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Kanarvian yang memenuhi undangan Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal untuk menyantap sahur bersama di pendopo.


Tak sendiri, sang menteri datang bersama Dirjen Adwil Safrizal ZA yang pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Aceh, Stafsus Irjen Pol Wahyu, Korspri Andi Ony, dan sejumlah petugas pedamping.


Suasana pendopo kian ramai dengan kehadiran Wagub Aceh Fadhullah beserta unsur Forkopimda ditambah pimpinan MPU dan beberapa Anggota DPR Aceh. Hadir juga Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah dan unsur forkopimda, serta sejumlah ulama kota.


Sembari menyuguhkan aneka hidangan khas Aceh kepada tetamu, Illiza didampingi wakilnya Afdhal Khalilullah, Sekdako Jalaluddin, dan para pejabat teras pemko, memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan kondisi aktual ibu kota kepada mendagri.


Melalui diplomasi Kuah Beulangong dan Ayam Tangkap, Illiza menggalang keinginan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi demi pembangunan kota dan kesejahteraan warganya.


Tak lupa, Illiza ikut menyerahkan cinderamata berupa paket produk UMKM unggulan Banda Aceh kepada Mendagri Tito Kanarvian dan rombongan.


Salah satunya parfum berbahan dasar Nilam Aceh. “Ini parfum aroma khas Aceh. Kalau Pak Menteri sudah pakai ini, bakal lebih cepat 'booming' produk lokal kita,” ujar Illiza kepada mantan kapolri tersebut.


Dari pendopo, Illiza dan jajaran pemerintahannya ikut mendampingi mendagri ke Masjid Raya Baiturrahman untuk melaksanakan salat Subuh berjemaah.


Di sana, Tito yang dipercaya Presiden Prabowo sebagai Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, menutup lawatannya ke Aceh dengan menyalurkan bantuan 500 paket Al Quran dan perlengkapan ibadah untuk masyarakat Banda Aceh.