Aceh Publish | Aceh Timur - Ribuan kilogram bibit jagung mulai mengalir ke tangan para petani di Aceh Timur yang sebelumnya kehilangan harapan akibat banjir.
Pada Senin (13/04/2026), Polres Aceh Timur menyalurkan sebanyak 14.310 kilogram atau sekitar 14 ton bibit jagung varietas Asian Gold 77 kepada kelompok tani binaan.
Bantuan tersebut dinilai cukup untuk menghidupkan kembali sekitar 945 hektare lahan pertanian yang sempat lumpuh akibat terjangan banjir.
Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi, SIK, di Aula Bhara Daksa.
Bibit jagung itu merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang diperuntukkan khusus bagi wilayah terdampak banjir di Aceh Timur.
Banjir yang melanda sejumlah kawasan sebelumnya telah memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian.
Banyak lahan produktif berubah menjadi hamparan lumpur, sehingga petani gagal panen dan kehilangan sumber pendapatan.
“Banyak petani mengalami gagal panen yang berimbas pada menurunnya pendapatan serta terganggunya ketahanan pangan keluarga,” ujar Irwan dalam Berbagainya.
Penyaluran bibit ini merupakan bagian dari program Polri Peduli Ketahanan Pangan, sebuah inisiatif yang menempatkan kepolisian tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam pemulihan ekonomi masyarakat.
“Polres Aceh Timur hadir tidak hanya menjaga keamanan dan perdamaian, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam pemulihan ekonomi pascabencana. Penyaluran bibit jagung ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi petani untuk kembali mengolah lahan,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pangan di daerah, meskipun baru saja terjadi bencana.
Selain itu, masyarakat dihimbau untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan guna menekan risiko banjir di masa mendatang.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur Erwin Atlizar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Sofyan, serta Kepala BPS Kabupaten Aceh Timur Mawarzi Lista Agung.
Komentar