Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara, Jalan Nasional Kutacane–Medan Sempat Lumpuh

Iklan Semua Halaman

Akurat, Objektif dan Terpercaya, Mengungkap Hal-Hal Yang Menarik dan Sesuai Fakta

Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara, Jalan Nasional Kutacane–Medan Sempat Lumpuh

Kamis, 14 Mei 2026

 


Aceh Publish | Aceh Tenggara, 10 Mei 2026, 14.15 WIB - Banjir bandang melanda Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (09/05/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Bencana tersebut terjadi di Desa Lawe Tua Gabungan dan Desa Lawe Tua Makmur akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Aceh Tenggara sejak sore hari.

Derasnya hujan menyebabkan debit air sungai meningkat secara signifikan hingga membawa material berupa bebatuan, lumpur, serta kayu gelondongan. Material tersebut menyumbat jembatan sehingga air meluap ke organisasi warga dan menutupi ruas Jalan Nasional Kutacane–Medan. Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga terkena banjir dan lumpur. Data sementara mencatat sebanyak 4 unit rumah rusak berat, 15 unit rumah rusak sedang, dan 7 unit rumah rusak ringan. Selain itu, sekitar 15 unit rumah lainnya dipenuhi lumpur akibat banjir bandang.

Tidak hanya merendam rumah warga, material kayu dan lumpur juga menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Nasional Kutacane–Medan sempat terhenti. Petugas bersama masyarakat berjibaku membersihkan material agar akses transportasi kembali normal.

Sebanyak 41 Kepala Keluarga (KK) atau 155 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut. Rinciannya, 36 KK berasal dari Desa Lawe Tua Persatuan dan 5 KK dari Desa Lawe Tua Makmur. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat bencana tersebut.

BPBD Kabupaten Aceh Tenggara bergerak cepat dengan melakukan kajian cepat di lokasi kejadian serta mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pendataan. Selain itu, satu unit alat berat excavator juga diturunkan untuk membersihkan material banjir yang menutupi jalan dan organisasi warga. Personel TRC bersama petugas Damkar BPBD Kabupaten Aceh Tenggara juga melakukan pembersihan lumpur pascabanjir agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Saat ini kondisi banjir yang dilaporkan mulai stabil. Udara telah surut dan akses Jalan Nasional Kutacane–Medan sudah dapat dilalui kendaraan. Namun demikian, masyarakat dan pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati karena kondisi jalan masih licin akibat sisa lumpur pascabanjir.