Sentuh Hati Warga Binaan, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Pimpin Salat Magrib Berjamaah di Lapas Polewali

Iklan Semua Halaman

Akurat, Objektif dan Terpercaya, Mengungkap Hal-Hal Yang Menarik dan Sesuai Fakta

Sentuh Hati Warga Binaan, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Pimpin Salat Magrib Berjamaah di Lapas Polewali

Minggu, 11 Oktober 2026


POLEWALI MANDAR — Dalam upaya memperkuat pembinaan karakter dan mental spiritual di lingkungan pemasyarakatan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Barat, Said Mahdar, melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin salat Magrib berjamaah bersama jajaran petugas dan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polewali, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan ini dilanjutkan dengan penyampaian Kuliah Tujuh Menit (Kultum). Momen tersebut dimanfaatkan oleh Kakanwil untuk memberikan motivasi dan ajakan moral kepada para warga binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai titik balik perubahan hidup.

Dalam kultumnya, Said Mahdar menekankan bahwa proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak semata-mata berfokus pada kedisiplinan dan aturan, melainkan juga pada pembentukan karakter serta penguatan nilai-nilai keagamaan.

"Masa pembinaan ini adalah kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki diri. Setiap manusia pernah berbuat salah, namun orang yang terbaik adalah mereka yang mau bertobat, bersabar, dan berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahannya," ujar Said Mahdar di hadapan para jemaah.

Ia juga berpesan agar seluruh warga binaan senantiasa menjaga perilaku, menanamkan rasa ikhlas, serta memperkuat bekal moral dan spiritual. 

Menurutnya, ketenangan batin yang didapat dari kegiatan keagamaan akan menjadi modal utama saat mereka kelak kembali berintegrasi ke tengah masyarakat.

Kehadiran jajaran pimpinan tinggi Ditjenpas Sulbar secara langsung di tengah-tengah warga binaan ini menjadi bukti nyata komitmen pemasyarakatan dalam mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan berbasis pengayoman.

Melalui kegiatan keagamaan rutin seperti salat berjamaah dan pembinaan rohani ini, Lapas Polewali diharapkan terus konsisten mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang religius, kondusif, serta berorientasi pada perubahan perilaku positif bagi seluruh warga binaannya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga usai.