Aceh Publish | Aceh — Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus mendorong percepatan peningkatan tata guna air irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun 2025. Program ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan infrastruktur irigasi yang memadai. Dengan pendekatan padat karya, P3-TGAI juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para petani di berbagai daerah. Pelaksanaan program ini melibatkan peran aktif masyarakat melalui kelembagaan petani. Hal ini sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air.
P3-TGAI merupakan program yang berfokus pada rehabilitasi, peningkatan, serta pembangunan jaringan irigasi tersier. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), maupun Induk P3A (IP3A). Skema ini memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaksana utama pembangunan. Dengan demikian, hasil pekerjaan diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu, pendekatan ini juga meningkatkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun.
Sepanjang tahun 2025, program P3-TGAI telah dilaksanakan di 9.597 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebaran kegiatan meliputi 2.273 lokasi di Sumatera, 3.996 lokasi di Jawa dan Bali, 1.765 lokasi di Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Maluku, serta 1.563 lokasi di Sulawesi dan Papua. Cakupan yang luas ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur irigasi. Setiap wilayah mendapatkan perhatian sesuai dengan kebutuhan dan potensi sumber daya airnya. Hal ini juga mendukung peningkatan produktivitas pertanian secara nasional.
Dari sisi manfaat, program ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. P3-TGAI berhasil menyerap tenaga kerja hingga 156.417 orang melalui skema padat karya tunai. Selain itu, pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi tersier telah mencapai panjang 4.398.714 meter. Infrastruktur tersebut berperan penting dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau. Dengan jaringan irigasi yang lebih baik, petani dapat meningkatkan intensitas tanam dan hasil produksi.
Ke depan, Kementerian Pekerjaan Umum akan terus mengoptimalkan pelaksanaan P3-TGAI agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan irigasi. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan sektor pertanian Indonesia semakin kuat dan mandiri. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Komentar