Aceh Publish | Aceh Besar, 9 Juni 2026 — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk daerah melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Penerapan SNI bagi Pelaku Usaha dan Industri Kecil Menengah (IKM) yang digelar oleh Badan Standardisasi Nasional bersama UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Disperindag Aceh di Aula UPTD BPSMB Aceh, Aceh Besar, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh pelaku usaha dan IKM dari berbagai sektor tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T. Adi Darma. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penerapan SNI merupakan langkah strategis untuk memastikan produk lokal memiliki kualitas, keamanan, dan mutu yang sesuai standar sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Penerapan SNI bukan hanya menjadi instrumen peningkatan kualitas produk, tetapi juga menjadi kunci dalam membangun kepercayaan konsumen serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha dan IKM Aceh,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya standardisasi produk, mekanisme penerapan SNI, proses sertifikasi, serta berbagai manfaat yang dapat diperoleh dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing usaha. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi informasi dan pengalaman antara pemerintah, lembaga standardisasi, dan pelaku usaha dalam mendukung pengembangan industri yang lebih berkualitas.
Disperindag Aceh menilai bahwa penerapan standar mutu yang konsisten akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri daerah. Dengan semakin banyak produk yang memenuhi standar nasional, peluang produk Aceh untuk menembus pasar yang lebih luas akan semakin terbuka.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga standardisasi, dan dunia usaha, Disperindag Aceh berharap kesadaran terhadap pentingnya SNI terus meningkat. Langkah ini diharapkan mampu mendorong terciptanya industri daerah yang berkelanjutan, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan pasar global, sekaligus memperkuat posisi produk unggulan Aceh sebagai produk yang berkualitas dan terpercaya.
Komentar