Bapas Polewali Panen Selada Bersama Klien Pemasyarakatan, Wujudkan Kemandirian dan Dukung Ketahanan Pangan

Iklan Semua Halaman

Akurat, Objektif dan Terpercaya, Mengungkap Hal-Hal Yang Menarik dan Sesuai Fakta

Bapas Polewali Panen Selada Bersama Klien Pemasyarakatan, Wujudkan Kemandirian dan Dukung Ketahanan Pangan

Senin, 27 Juli 2026


Polewali, 28 Juli 2026 – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Polewali kembali menunjukkan komitmennya dalam membina Klien Pemasyarakatan melalui kegiatan produktif dengan melaksanakan panen selada di lahan ketahanan pangan Bapas, Selasa (28/7). 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas II Polewali, Alfred Awoah, S.Pd., serta diikuti oleh Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa, Pembimbing Kemasyarakatan, dan Klien Pemasyarakatan yang sedang menjalani program pembimbingan.

Panen selada ini merupakan bagian dari program pembimbingan kemandirian yang dirancang untuk membekali klien dengan keterampilan praktis di bidang pertanian. Melalui pemanfaatan lahan produktif, para klien tidak hanya memperoleh pengalaman bercocok tanam, tetapi juga belajar mengenai pentingnya kerja keras, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat untuk terus berkembang.

Program tersebut sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat proses pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan. Dengan terlibat secara langsung dalam setiap tahapan budidaya hingga panen, klien memperoleh pengalaman nyata yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

Dalam arahannya, Kepala Bapas Kelas II Polewali mengajak seluruh Klien Pemasyarakatan untuk menjadikan setiap program pembimbingan sebagai kesempatan berharga dalam meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembimbingan merupakan modal penting untuk membangun masa depan yang lebih baik, produktif, dan taat hukum.

"Kegiatan seperti ini bukan sekadar menghasilkan panen, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta membangun optimisme agar klien siap kembali menjadi bagian dari masyarakat yang produktif," ujarnya.

Kegiatan panen berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat. Hasil panen menjadi bukti bahwa pembimbingan yang dilaksanakan Bapas tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga memberikan ruang bagi klien untuk mengembangkan keterampilan hidup (life skills) yang bermanfaat.

Melalui program pembimbingan berbasis kemandirian ini, Bapas Kelas II Polewali terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial. 

Dengan memadukan pembinaan karakter, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan melalui kegiatan produktif, Bapas berharap setiap Klien Pemasyarakatan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.