Polewali – Komitmen dalam mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berdampak nyata terus diperkuat oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat, Drs. Said Mahdar, S.H., M.H., melalui kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Polewali, Sabtu (1/8).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memastikan berbagai program pembinaan berjalan optimal, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pembinaan kemandirian, hingga membangun komunikasi yang terbuka dengan warga binaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan.
Mengawali kunjungannya, Kakanwil meninjau area ketahanan pangan yang dikelola Lapas Polewali. Berbagai komoditas pertanian dan budidaya yang dikembangkan melalui pemanfaatan lahan secara optimal menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomi.
"Kegiatan ini bukan sekadar menghasilkan produk pertanian, tetapi menjadi media pembelajaran untuk membangun disiplin, tanggung jawab, etos kerja, serta menyiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat," ungkap Said Mahdar.
Selain meninjau program ketahanan pangan, Kakanwil juga mengunjungi berbagai unit pembinaan kemandirian yang menjadi sarana pengembangan kompetensi warga binaan. Menurutnya, pembinaan yang berkualitas harus mampu membentuk pribadi yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi secara positif setelah menyelesaikan masa pidana.
Suasana penuh keakraban terlihat ketika Kakanwil menyapa dan berdialog langsung dengan warga binaan. Ia memberikan motivasi agar seluruh warga binaan terus mengikuti setiap program pembinaan dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari proses perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik.
Dalam dialog tersebut, Kakanwil juga mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, masukan, serta harapan yang disampaikan warga binaan terkait pelaksanaan pembinaan maupun layanan pemasyarakatan. Seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta efektivitas program pembinaan di Lapas Polewali.
Said Mahdar menegaskan bahwa pendekatan yang mengedepankan komunikasi, pembinaan, dan pemberdayaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern dan berorientasi pada reintegrasi sosial.
"Pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi tentang membangun harapan, membentuk karakter, dan menyiapkan warga binaan agar mampu kembali menjadi pribadi yang produktif, mandiri, serta diterima oleh masyarakat," tegasnya.
Melalui kunjungan kerja ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan yang berkualitas, mendukung program ketahanan pangan nasional, serta menghadirkan layanan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, humanis, dan berdampak bagi masyarakat.
Komentar