BANDA ACEH, 10 September 2026 — Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memperluas pasar melalui pemanfaatan platform digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Pelatihan Digitalisasi dan Pemasaran Online bagi UMKM Tahun 2026, yang diikuti oleh sebanyak 60 pelaku UMKM Kota Banda Aceh.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro, Bujang Sahputra, S.Kom, yang hadir mewakili Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Banda Aceh.
Dalam sambutan Kepala Dinas yang disampaikan oleh Bujang Sahputra, ditegaskan bahwa UMKM merupakan salah satu kekuatan penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Selain menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, keberadaan UMKM juga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Banda Aceh.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen saat ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi pelaku UMKM. Konsumen semakin terbiasa mencari informasi dan membeli produk melalui internet, media sosial, marketplace, maupun berbagai platform digital lainnya.
“Pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang berkualitas. Produk tersebut juga harus mampu dikenalkan, dipasarkan, dan dijangkau oleh konsumen melalui kanal digital,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Ia menjelaskan, digitalisasi usaha bukan sekadar memiliki akun media sosial atau menjual produk secara online. Lebih dari itu, digitalisasi harus memberikan dampak nyata terhadap perkembangan bisnis, mulai dari membangun branding, membuat konten yang menarik, memanfaatkan media sosial, memahami kebutuhan konsumen, menggunakan marketplace, hingga menyusun strategi pemasaran yang efektif.
Karena itu, para peserta diminta tidak menjadikan pelatihan tersebut sekadar kegiatan formalitas. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
“Jangan sampai setelah pelatihan selesai, pengetahuan yang didapat hanya tersimpan dalam catatan. Tetapi harus diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari,” pesan Kepala Dinas dalam sambutannya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa persaingan usaha ke depan akan semakin ketat. UMKM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi diyakini memiliki peluang lebih besar untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, dan pada akhirnya meningkatkan omzet usaha.
Para pelaku UMKM juga didorong untuk terus belajar, berinovasi, serta berani mencoba berbagai strategi pemasaran baru dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk memperkenalkan produk lokal Kota Banda Aceh ke pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, lanjutnya, akan terus berupaya memberikan pembinaan, fasilitasi, pendampingan, serta membuka akses bagi UMKM agar dapat berkembang dan naik kelas.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi salah satu langkah dalam membangun ekosistem UMKM Kota Banda Aceh yang semakin produktif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.
Kepada para narasumber dan instruktur, diharapkan dapat memberikan materi serta pengalaman yang aplikatif sehingga mudah diterapkan oleh peserta. Sementara kepada para peserta, diminta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi dan bertanya, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun jaringan dengan sesama pelaku UMKM.
Mengakhiri sambutannya, Kepala Dinas mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai langkah nyata dalam mendorong UMKM Kota Banda Aceh agar semakin maju dan mampu menangkap peluang yang terbuka di era ekonomi digital.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kegiatan Pelatihan Digitalisasi dan Pemasaran Online bagi UMKM Tahun 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang pelaku UMKM Kota Banda Aceh secara resmi dinyatakan dibuka.
Diharapkan melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM tidak hanya semakin memahami pemasaran digital, tetapi juga mampu mengimplementasikan teknologi secara konsisten untuk memperluas pasar, memperkuat merek, meningkatkan penjualan, dan membawa produk-produk unggulan Kota Banda Aceh bersaing di pasar yang lebih luas.
Komentar