JAKARTA — Universitas Teuku Umar (UTU) terus bergerak aktif mempercepat pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana akademik di kawasan Barat Selatan Aceh. Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., menjajaki skema Pembiayaan dan Hibah Luar Negeri (PHLN) melalui kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Rektor UTU didampingi Ketua Senat UTU, Basri, S.H., M.H. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Bappenas, Endang Sulastri, S.Sos., MPP., di ruang kerjanya. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, berfokus pada strategi pembiayaan pembangunan fisik kampus guna menunjang pertumbuhan pesat sivitas akademika UTU.
Saat ini, UTU mengelola 33 program studi yang mencakup jenjang sarjana, magister, hingga profesi insinyur dengan total 11.800 mahasiswa aktif, serta didukung hampir 1.000 tenaga dosen dan kependidikan. Lonjakan jumlah mahasiswa ini berdampak langsung pada keterbatasan ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya.
Rincian Usulan Master Plan UTU 2030
Prof. Nyak Amir memaparkan sejumlah usulan pembangunan gedung dan fasilitas pendukung yang telah disesuaikan dengan Detailed Engineering Design (DED) serta master plan UTU hingga tahun 2030. Usulan prioritas tersebut meliputi:
* Penambahan Ruang Kuliah Umum (RKU)
* Laboratorium Terpadu
* Gedung Fakultas Kedokteran
* Gedung Olahraga dan Seni (GORS)
* Aula Kampus
* Pembenahan sistem drainase kawasan kampus
"Kebutuhan fisik ini kami ajukan untuk memastikan proses belajar-mengajar berjalan optimal tanpa terkendala keterbatasan tempat. Dukungan dana alternatif dari skema PHLN akan sangat mempercepat pencapaian target pengembangan kampus, sekaligus sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju Indonesia Emas 2045,"ujar Prof. Nyak Amir.
Bappenas Sambut Baik, Berkas Masuk Tahapan Penelaahan Blue Book
Menanggapi pemaparan tersebut, Direktur Dikti Iptek Bappenas, Endang Sulastri, mengonfirmasi bahwa pihaknya menyambut positif inisiatif penguatan sarana pendidikan tinggi di daerah. Bappenas akan segera menelaah berkas proposal dari UTU untuk diproses ke dalam *Blue Book* Bappenas—dokumen rencana pemanfaatan pinjaman dan hibah luar negeri jangka menengah.
Pengawalan Rekomendasi di Kemdiktisaintek
Tidak berhenti di Bappenas, Rektor UTU melanjutkan koordinasi ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Prof. Nyak Amir menemui Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D., guna menyerahkan berkas proposal untuk mendapatkan rekomendasi resmi kementerian.
Selain itu, koordinasi teknis turut dilakukan bersama Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., serta Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti, Prof. Dr. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., guna mengawal seluruh tahapan pengusulan anggaran agar berjalan lancar dan tepat sasaran.
Komentar