Dorong Riset Berdampak Nyata, UTU dan Pemko Banda Aceh Resmikan Kerja Sama Tridharma

Iklan Semua Halaman

Akurat, Objektif dan Terpercaya, Mengungkap Hal-Hal Yang Menarik dan Sesuai Fakta

Dorong Riset Berdampak Nyata, UTU dan Pemko Banda Aceh Resmikan Kerja Sama Tridharma

Sabtu, 17 Oktober 2026


BANDA ACEH — Universitas Teuku Umar (UTU) dan Pemerintah Kota Banda Aceh resmi mewujudkan kerja sama strategis untuk mengarahkan akademi penelitian dan inovasi pada penyelesaian masalah daerah serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Tridharma Perguruan Tinggi di Balai Kota Banda Aceh, Kamis (15/10/2026).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan langsung oleh Rektor UTU, Prof. Nyak Amir, M.Pd., bersama Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa'aduddin Djamal, SE
Turut hadir mendampingi jajaran pimpinan UTU yakni Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, H. Ibrahim Laweung HS., SKM., MNSc., serta Ketua Satgas Fakultas Kedokteran UTU, Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG.K.Fer. Sementara Wali Kota Banda Aceh didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, ST, MT
Rektor UTU, Prof. Nyak Amir, menegaskan pentingnya perguruan tinggi merestrukturisasi potensi akademis menjadi inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Selanjutnya, kontribusi aktif pada pembangunan daerah merupakan pijakan utama UTU menuju visi Global University 2030.

“Keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam memberikan masukan, kajian, dan inovasi berbasis bukti untuk tata kelola kota yang lebih baik. Kerja sama ini tidak boleh berhenti di atas kertas, melainkan harus terwujud dalam program aksi yang berdampak nyata bagi warga,” tegas Prof. Nyak Amir.

Ia menambahkan, kolaborasi ini membuka ruang luas bagi dosen dan mahasiswa UTU untuk terjun langsung ke lapangan, merancang penelitian yang tepat guna yang relevan dengan tantangan pembangunan Kota Banda Aceh.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menyambut positif kolaborasi strategis ini. Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memetakan permasalahan di lapangan yang memerlukan solusi berbasis penelitian.

“Kami akan mengidentifikasi peluang kerja yang sama di setiap sektor, lalu menyusun rencana aksi yang konkret bersama tim peneliti UTU. Hasil inovasi dari kolaborasi ini bahkan berpotensi kita mendorong hingga ke tingkat Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah pusat demi kemajuan Banda Aceh,” ungkap Illiza.

Sebagai langkah konkrit pascapenandatanganan, kedua pihak sepakat menyusun peta kebutuhan daerah dan rencana aksi bersama yang mencakup pengembangan sumber daya manusia (SDM), komersialisasi hasil penelitian daerah, hingga modernisasi pelayanan publik.