Aceh Publish | BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh bersama Hilal Ahmar Uni Emirat Arab (UEA) menyalurkan sebanyak 4.000 paket daging kurban kepada sivitas akademika dan masyarakat pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Program kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari gerakan Tebar Hewan Kurban untuk Kemaslahatan yang menargetkan 21.000 keluarga di Kota Solo dan Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi sosial dan kemanusiaan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab dalam memperkuat nilai-nilai kepedulian dan solidaritas lintas negara.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, mengatakan program tersebut terlaksana berkat dukungan lembaga kemanusiaan Emirates Red Crescent atau Hilal Ahmar Uni Emirat Arab yang secara konsisten berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Program ini merupakan bagian dari Tebar Hewan Kurban untuk kemaslahatan yang menargetkan 21 ribu keluarga di Kota Solo dan Banda Aceh dengan dukungan lembaga kemanusiaan Emirates Red Crescent atau Hilal Ahmar Uni Emirat Arab,” kata Mujiburrahman di Banda Aceh, Jumat (29/5/2026).
Distribusi daging kurban berlangsung selama dua hari, 29–30 Mei 2026, di Auditorium Prof. Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry. Kegiatan tersebut turut disaksikan Ketua Yayasan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Sultan Faisal Al Remeithi, serta Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.
Mujiburrahman menyampaikan apresiasi atas dukungan sosial dan kemanusiaan yang diberikan pemerintah dan masyarakat UEA kepada masyarakat Aceh melalui program kurban tersebut.
Menurutnya, Idul Adha tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga sarana memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial.
“Melalui program kurban ini, UIN Ar-Raniry ingin memastikan keberadaan kampus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kurban UIN Ar-Raniry, Dr. Muqni Affan, menjelaskan bahwa pada Idul Adha tahun ini panitia menyembelih total 64 ekor sapi dan dua ekor kambing. Dari jumlah tersebut, sebanyak 42 ekor sapi merupakan bantuan program kurban dari Uni Emirat Arab.
“Bantuan program kurban dari Uni Emirat Arab didistribusikan untuk kebutuhan internal kampus dan masyarakat,” kata Muqni.
Ia menjelaskan, proses penyembelihan dilakukan dalam dua tahap. Pada hari pertama, panitia menyembelih 22 ekor sapi untuk kebutuhan internal kampus yang menghasilkan sekitar 2.100 paket daging kurban. Selanjutnya, pada hari kedua, sebanyak 20 ekor sapi disembelih untuk masyarakat umum dengan total distribusi mencapai 1.900 paket.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menilai program tersebut bukan sekadar kegiatan pembagian daging kurban, tetapi juga menjadi simbol kuat kepedulian dan persaudaraan antarbangsa.
“Ini bukan hanya tentang pembagian daging kurban, tetapi juga pesan tentang kepedulian dan semangat berbagi yang menembus batas negara dan budaya,” ujarnya.
Illiza berharap kerja sama sosial dan kemanusiaan antara Banda Aceh dan berbagai lembaga internasional, khususnya dari Timur Tengah, dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Sultan Faisal Al Remeithi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung berbagai program kerja sama sosial dan keagamaan yang melibatkan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, hubungan persahabatan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab terus berkembang melalui berbagai program di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Hubungan tersebut juga semakin erat melalui keterlibatan generasi muda dan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan internasional di bidang sosial, pendidikan, dan kebudayaan.
Program kurban yang digelar UIN Ar-Raniry bersama Hilal Ahmar UEA ini menjadi bukti bahwa semangat Idul Adha tidak hanya diwujudkan melalui ibadah kurban semata, tetapi juga melalui penguatan solidaritas kemanusiaan yang melampaui batas geografis, budaya, dan kebangsaan.
Komentar