Ciptakan Kelas Seru, Mahasiswa KKN R-XXIX-57 USK Terapkan Eksperimen Sains Sederhana di SDN 7 Ulim

Iklan Semua Halaman

Akurat, Objektif dan Terpercaya, Mengungkap Hal-Hal Yang Menarik dan Sesuai Fakta

Ciptakan Kelas Seru, Mahasiswa KKN R-XXIX-57 USK Terapkan Eksperimen Sains Sederhana di SDN 7 Ulim

Sabtu, 08 Agustus 2026


Pidie Jaya, 18 Juli 2026 — Suasana pembelajaran di SDN 7 Ulim tampak berbeda ketika siswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) R-XXIX-57 Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan eksperimen sains sederhana di tengah kegiatan belajar siswa. Melalui praktik “gunung meletus”, para siswa diajak mengenal konsep asam dan basa dengan cara yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang dirancang berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN Kelompok 57 Masjid Ulim Tunong, Nidaul Fazri, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Dari hasil pengamatan di lapangan, Nidaul melihat bahwa siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi ketika proses pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui kegiatan mendengarkan, mencatat, dan mengerjakan soal, tetapi juga melibatkan praktik secara langsung.

Berangkat dari temuan tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan eksperimen sederhana yang mengadaptasi fenomena gunung meletus. Eksperimen ini memanfaatkan reaksi antara bahan yang bersifat asam dan basa sehingga menghasilkan reaksi yang menyerupai semburan lava dari sebuah gunung.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan berpikir ilmiah, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta membantu siswa memahami konsep dasar asam dan basa melalui pengalaman langsung. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana dan relatif aman, pembelajaran IPA yang selama ini dianggap sulit dapat dikemas menjadi aktivitas yang lebih menarik dan menyenangkan.

Dalam pelaksanaannya, para siswa tidak hanya menjadi penonton. Mereka diberikan kesempatan secara bergiliran untuk menuangkan bahan-bahan eksperimen, seperti baking soda, sampo, pewarna makanan, dan cuka, ke dalam media berbentuk gunung yang telah disiapkan sebelumnya.

Ketika bahan-bahan tersebut dicampurkan, siswa dapat melihat secara langsung terjadinya reaksi yang menghasilkan busa dan menyerupai aliran lava dari gunung. Momen sontak tersebut menarik perhatian siswa. Mereka tampak antusias mengamati perubahan yang terjadi sekaligus rasa ingin tahu dengan penyebab munculnya reaksi tersebut.

Keterlibatan siswa secara langsung menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini. Bahkan, beberapa siswa terlihat ingin kembali mendapatkan giliran untuk menuangkan bahan eksperimen.


Nidaul Fazri selaku penggagas kegiatan mengatakan bahwa pembelajaran IPA tidak selalu harus dilakukan dengan metode konvensional. Menurutnya, konsep-konsep sains dapat dimulai melalui hal-hal sederhana yang berada di sekitar siswa.

“Saya melihat langsung antusiasme anak-anak ketika ikut menuangkan bahan-bahan eksperimen. Bahkan, ada beberapa dari mereka yang ingin mendapat giliran kedua kalinya untuk menuangkan bahan-bahan eksperimen. Kegiatan ini membuktikan bahwa media sederhana pun bisa menjadi alat pembelajaran yang luar biasa menyenangkan dan menumbuhkan minat siswa jika disampaikan dengan cara yang tepat,” ujar Nidaul.

Lebih dari sekedar memberikan pengalaman bermain sambil belajar, kegiatan tersebut juga dirancang agar siswa memahami konsep yang telah dipraktikkan. Pada akhir sesi, mahasiswa KKN memberikan latihan sederhana dengan meminta siswa menyebutkan kembali bahan-bahan yang digunakan, fungsi masing-masing bahan, serta reaksi yang terjadi ketika bahan-bahan tersebut dicampurkan.

Metode tersebut dilakukan untuk mengukur sejauh mana siswa memahami materi yang telah dipelajari sekaligus membantu memperkuat ingatan mereka terhadap konsep asam dan basa.

Antusiasme siswa selama kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis eksperimen dapat menjadi alternatif yang efektif untuk menciptakan suasana kelas yang lebih aktif dan menyenangkan. Penggunaan media sederhana pun mampu menghadirkan pengalaman belajar yang efektif ketika dikemas secara kreatif.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN R-XXIX-57 USK tidak hanya memperkenalkan konsep dasar sains kepada siswa, tetapi juga berupaya menanamkan pemahaman bahwa ilmu pengetahuan dapat dipelajari melalui berbagai hal sederhana yang ada di lingkungan sekitar.
Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran sains yang diharapkan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang sulit dan membosankan, melainkan sebagai proses yang menyenangkan, penuh rasa ingin tahu, serta dekat dengan kehidupan sehari-hari.