Maulid Nabi di Lapas Perempuan Mamuju, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Tekankan Keteladanan Rasulullah sebagai Fondasi Pelayanan Berintegritas

Iklan Semua Halaman

Akurat, Objektif dan Terpercaya, Mengungkap Hal-Hal Yang Menarik dan Sesuai Fakta

Maulid Nabi di Lapas Perempuan Mamuju, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Tekankan Keteladanan Rasulullah sebagai Fondasi Pelayanan Berintegritas

Selasa, 01 September 2026


MAMUJU, 1 September 2026 — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Mamuju menjadi momentum bagi jajaran Pemasyarakatan Sulawesi Barat untuk memperkuat nilai keimanan sekaligus merefleksikan keteladanan Rasulullah SAW dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan yang digelar di Aula Ismail Shaleh Lapas Perempuan Kelas III Mamuju, Selasa (1/9), tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Barat, Drs. Said Mahdar, S.H., M.H., bersama jajaran pimpinan dan pegawai.

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Teladan dan Inspirasi dalam Pelayanan di Era Modern”, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ruang refleksi bagi seluruh jajaran untuk menerapkan nilai-nilai luhur Rasulullah SAW dalam menjalankan amanah sebagai insan Pemasyarakatan.

Keteladanan Rasulullah SAW dalam kejujuran, amanah, kesabaran, kepedulian, keadilan, dan akhlak mulia dinilai memiliki relevansi yang kuat dengan tantangan tugas Pemasyarakatan saat ini. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun pelayanan yang humanis, profesional, berintegritas, dan berorientasi pada penghormatan terhadap martabat manusia.

Kakanwil Ditjenpas Sulbar menekankan bahwa profesionalisme dalam bekerja perlu berjalan beriringan dengan kekuatan moral dan spiritual. Menurutnya, kualitas pelayanan tidak hanya tercermin dari capaian kinerja, tetapi juga dari bagaimana setiap petugas menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan kepedulian.

“Keteladanan Rasulullah SAW mengajarkan kita bahwa amanah harus dijalankan dengan kejujuran, kesabaran, dan kepedulian. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita hadirkan dalam setiap pelaksanaan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum tersebut.

Bagi jajaran Pemasyarakatan, nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting karena tugas yang diemban tidak semata-mata berkaitan dengan pengamanan dan pembinaan, tetapi juga menyangkut proses membangun kembali kepribadian dan masa depan warga binaan.

Karena itu, semangat Maulid Nabi diharapkan mampu mendorong seluruh petugas untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam setiap tindakan, sehingga tercipta lingkungan Pemasyarakatan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembinaan.

Kakanwil juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembangunan organisasi tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme, tetapi juga harus diperkuat dengan karakter serta nilai-nilai moral dan spiritual.

“Momentum Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri, memperkuat integritas, dan menghadirkan pelayanan terbaik dengan hati,” menjadi semangat yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Lapas Perempuan Kelas III Mamuju pun diharapkan menjadi penguat semangat bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan Sulawesi Barat untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik.

Dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam akhlak dan kepemimpinan, jajaran Ditjenpas Sulawesi Barat berkomitmen menghadirkan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan yang semakin humanis, profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap tuntutan era modern.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat, aman, dan lancar.