MAMUJU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju resmi mulai menggarap lahan hibah dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sulawesi Barat pada Rabu (21/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat pelatihan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Penggarapan lahan yang berlokasi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Mamuju tersebut dimulai sejak pukul 11.00 WITA. Area ini disiapkan sebagai lahan produktif yang fokus pada kegiatan cocok tanam dan budidaya tanaman pangan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Barat, Drs. Said Mahdar, S.H. , M.H. , memberikan apresiasi tinggi kepada KPKNL Sulawesi Barat atas hibah aset yang dinilai sangat strategis tersebut.
“Dukungan hibah lahan dari KPKNL Sulawesi Barat ini merupakan langkah positif dalam mendorong optimalisasi aset negara. Selain memberikan nilai tambah bagi tugas pemasyarakatan, pengolahan lahan produktif ini menjadi wujud nyata sinergi antarinstansi dalam mendukung program ketahanan pangan, ” ujar Said Mahdar.
Ia menambahkan, pengolahan lahan hibah ini tidak hanya berfokus pada hasil panen untuk ketersediaan pangan,melainkan juga dirancang sebagai media edukasi dan pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
Melalui program pertanian ini,warga binaan dibekali keahlian cocok tanam,dibor meningkatkan produktivitas,serta membentuk mentalitas mandiri sebagai bekal penting saat kembali ke tengah masyarakat kelak.
Pihak Rutan Kelas IIB Mamuju menegaskan komitmennya untuk mengelola dan mengembangkan lahan hibah tersebut secara berkelanjutan.Sinergi pemanfaatan sumber daya ini diharapkan terus berdampak positif,baik bagi program penguatan pemasyarakatan maupun kontribusi nyata terhadap pemberdayaan masyarakat di wilayah Sulawesi Barat.
Komentar