Kontrol Rutin Area Bimker Tata Boga, Lapas Polewali Pastikan Program Pembuatan Roti Berjalan Optimal

Iklan Semua Halaman

Akurat, Objektif dan Terpercaya, Mengungkap Hal-Hal Yang Menarik dan Sesuai Fakta

Kontrol Rutin Area Bimker Tata Boga, Lapas Polewali Pastikan Program Pembuatan Roti Berjalan Optimal

Minggu, 26 Juli 2026


Aceh Publish | Polewali, 27 Juli 2026 – Lapas Kelas IIB Polewali melalui jajaran Subseksi Kegiatan Kerja melaksanakan kontrol rutin di Area Bimbingan Kerja (Bimker) Tata Boga, Senin (27/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Polewali dalam memastikan program pembinaan kemandirian warga binaan, khususnya di bidang pembuatan roti, berjalan secara optimal, aman, dan sesuai standar.

Kontrol dilakukan dengan meninjau secara langsung seluruh proses produksi, mulai dari ketersediaan bahan baku, kondisi mesin dan peralatan, jumlah tamping yang bertugas, hingga kebersihan serta keamanan lingkungan kerja. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh sarana pendukung dalam kondisi baik sehingga kegiatan pelatihan dapat berlangsung tanpa kendala.

Program pembuatan roti merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan bekal keterampilan produktif bagi warga binaan. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, warga binaan diharapkan memiliki kompetensi dan pengalaman kerja yang dapat menjadi modal untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

Selain sebagai bentuk pengawasan, kegiatan kontrol rutin juga menjadi sarana evaluasi untuk menjaga kualitas pelaksanaan program pembinaan, sekaligus memastikan seluruh aktivitas kerja dilaksanakan sesuai prosedur, mengutamakan aspek keselamatan kerja, kebersihan, dan ketertiban.

Hasil kontrol menunjukkan bahwa seluruh kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Sarana produksi berada dalam kondisi baik, lingkungan kerja terjaga kebersihannya, serta proses pembinaan berjalan dengan lancar.

Lapas Kelas IIB Polewali terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang berkualitas sebagai implementasi fungsi pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.