Mamuju, 15 September 2026 — Komitmen terhadap keamanan dan keselamatan lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Barat. Di sela pelaksanaan koordinasi pimpinan dalam rangka APIP SIAGA (Konsultasi dan Menjaga Akuntabilitas), jajaran Kanwil Ditjenpas Sulbar turun langsung melakukan monitoring mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Mamuju.
Kegiatan koordinasi yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tersebut berlangsung pada 15 hingga 18 September 2026. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan, koordinasi, serta akuntabilitas pada jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat.
Namun, koordinasi tidak berhenti pada forum pembahasan. Jajaran Kanwil Ditjenpas Sulbar memanfaatkan momentum tersebut untuk memastikan secara langsung kondisi lingkungan di sekitar salah satu satuan kerja pemasyarakatan, khususnya dalam menghadapi potensi ancaman karhutla.
Monitoring dilakukan dengan mengamati kondisi vegetasi, area terbuka, serta sejumlah titik di sekitar LPP Mamuju yang berpotensi menjadi lokasi awal maupun jalur penyebaran api. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini untuk meminimalkan risiko yang dapat mengancam keselamatan petugas, warga binaan, maupun keberlangsungan operasional fasilitas pemasyarakatan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Barat, Drs. Said Mahdar, S.H., M.H., menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan keselamatan, termasuk bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan.
Upaya monitoring ini menjadi wujud nyata bahwa penguatan tata kelola pemasyarakatan tidak hanya berbicara mengenai koordinasi dan akuntabilitas administratif, tetapi juga menyentuh aspek perlindungan dan keselamatan secara langsung di lapangan.
“Deteksi dini dan pencegahan merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan satuan kerja. Karena itu, kondisi lingkungan harus terus dipantau agar setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin,” demikian komitmen jajaran Kanwil Ditjenpas Sulbar dalam pelaksanaan monitoring tersebut.
Melalui langkah preventif dan responsif tersebut, Kanwil Ditjenpas Sulbar terus mendorong terbangunnya budaya kesiapsiagaan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan. Sinergi antarpihak, pengawasan yang kuat, serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang aman, tertib, humanis, dan akuntabel.
Kegiatan monitoring berlangsung aman dan lancar. Kanwil Ditjenpas Sulbar berkomitmen untuk terus memperkuat deteksi dini, mitigasi risiko, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana demi memastikan keamanan dan keselamatan seluruh insan pemasyarakatan.
Komentar